daun pisang

October 29, 2006

Apple Pie

Filed under: Pie, Need No Mixer

Masih dalam suasana lebaran, selamat lebaran ya, buat pembaca Daun Pisang R&D yg ngerayain, kami berdua ucapkan :)

Selamat jg untuk Jeng Pur yg baru melahirkan putra ke 3 nya. Waaaa… selamat Jeng.

Banyak foto yg belom diupload nih. Banyak yg menunggu giliran diposting :) . Kali ini, posting ttg apple pie dulu. Saking pinginnya bikin sampe mimpi loh. Hahaha… ya udah, walopun lagi sakit, tetep aja bikin. Tapi bikinnya berdua. Mas Den yg ngulenin crust nya. Cepet banget lho, nguleninnya. Aku tinggal bikin filling dan menata di loyang pie nya. Kulit pie bagian atas aku potong2 bentuk bunga, biar cantik :) .

Resep nya ngambil dari resep mbak Fatmah(untuk fillingnya) dan Mbak Echa(untuk crust nya). Resep2 itu ditulis lagi ama almarhumah Mbak Inong, di dapurbunda.com. Semoga mbak Inong mendapat tempat terbaik di sisiNya.

To Mbak Fatmah n mbak Echa, makasiiih, dah share resepnya ya..

BTW, untuk yg ingin ngelihat postingan2 yg udah lewat, bisa liat di bagian categories atau archive di kolom kanan blog ini ya. Ntar kalo ada waktu, pingin buat daftar isi, jadi gampang buat pembaca yg ingin ngeliat postingan2 yg udah lalu :) .

Apple Pie

Fatmah Bahalwan(Resep filling) & Echa (Resep crust)

Bahan Crust:
300 gr tepung terigu
3 sdm gula bubuk
1/2 sdt garam
175 gr mentega tawar
1 butir telur
5 sdm air es

Bahan isi :
1 Kg apel, kupas, iris tipis, rendam dalam 3 sdm air jeruk nipis. (aku pake 480 gr apple aja)

Campuran gula dan rempah2:(Aku cuman bikin stg resep, soalnya apple nya jg stg resep)
200 gr gula kastor
1 sdt kayu manis bubuk
1/2 sdt garam
1/4 sdt pala bubuk
2 sdm tepung terigu

50 gr potongan mentega beku (aku ga pake)

olesan : 2 btr kuning telur. (aku pake 1 butir aja)

Caranya :
- Uleni bahan kulit pie dengan cara berikut: campur tepung terigu dengan gula bubuk dan garam, aduk rata. Masukkan mentega lalu aduk rata, gunakan dua buah pisau hingga menjadi butiran. Masukkan telur, campurkan, kemudian masukkan air es. Uleni sampai siap dibentuk. Biarkan selama 15 menit, kemudian tipiskan 0.5 cm.

- Pasang 1 lembar kulit pada loyang pie (bongkar pasang lbh baik), ukuran 24 cm, susun rapi sebagian apel lalu taburi dengan campuran gula rempah tadi, dan sebagian potongan mentega (aku ga pake potongan mentega).
- lakukan hal yg sama hingga apel dan bahan taburan habis, tutup dengan 1 bagian kulit yg tersisa (bagian atas kututup dengan potongan bunga2, pake cookie cutter bikinnya).
- buat lekukan atau pola hiasan sesuai selera, lalu oles bagian atas dengan
kuning telur, panggang dalam oven 180 c, selama lk. 60 menit.

Catetan tambahan:

Aku pake loyang pie 18 cm, terus sisa adonan kulit pie dan apple nya aku bentuk lain. Adonan ditipiskan, kemudian taruh apple dan campuran gula rempahnya, terus adonannya dilipat. Atasnya dikasih kuning telur. Terus dipanggang deh. Enak jadinya!

October 15, 2006

Mini Pizza untuk Cintaku

Filed under: Bread

Dua hari yg lalu, nonton TV, drama. Kisahnya, sepasang suami istri yg renggang hubungannya, dan kemudian memutuskan untuk pisah.

Suatu hari si wanita, datang ke sebuah kedai. Minum kopi. Menikmati kopinya sambil baca majalah. Kemudian, datanglah si pria, yg tidak menyadari mantan istrinya sedang berada di kedai itu. Duduk dan memesan hidangan. Ketika menunggu hidangan tiba, matanya mengitari seluruh kedai, dan di saat bersamaan, mantan istrinya juga kebetulan menengadah, memindahkan pandangan dari bacaan nya. Tertumbuklah pandangan pada si pria. Terus, sama2 kaget, terus, saling senyumlah mereka, mengangguk, canggung.

Akhirnya mereka duduk bareng, satu meja. Canggung, berkata patah2. Kemudian, datanglah pesanan suaminya, pizza. Istrinya kaget. Suaminya juga jadi berubah mimik wajahnya. Pizza.

Iya, Pizza. Mengingatkan mereka akan saat2 di mana mereka berdua bertemu. Dulu, ketika masih kuliah, mereka kerja part time di sebuah kedai pizza. Suatu hari, si wanita menjatuhkan pizza yg akan diantar ke meja pengunjung. Pria itu membantu membereskan. Datanglah Bos mereka dan menegur, si pria yg dimarahin. Si pria tapi tetep cengengesan aja, hehe.. . Sejak itu, mereka akrab, sampai mereka kerja.. dan si pria kemudian melamar si wanita, dan diterima saat itu juga. Sampai si pria jingkrak2, lari ke bukit kecil di dekat mereka, dan jatuh terguling2, tapi ga papa. Singkat cerita, akhirnya mereka menikah…

Kembali ke adegan sekarang… setelah pizza dateng itu. Mereka jadi ga canggung lagi. Kembali akrab. Becanda-canda, sambil makan. Terus pulang. Ke rumah masing2 :( , tapi dunia menjadi beda :) , menjadi indah kembali :D . Keesokan harinya, diperlihatkan bagaimana mereka kerja di kantor masing2 dengan semangat lagi. Malamnya ketika si wanita pulang ke rumah dari kerja, dia mendapati rumahnya berantakan seperti habis dirampok. Si wanita menelpon polisi, dan menelpon… mantan suaminya. Si Pria dateng tergesa, lari. Ketika ditemui si wanita, dia keliatan lega, "Kamu ga papa? Kamu ga papa?"

Malam itu, si pria tidur di rumah si wanita, yg adalah rumah mereka dulu. Si pria tidur di sofa di ruang depan. Si wanita di kamar. Hehe. Diperlihatkan, bagaimana mereka melamun. Senyum senyum sendiri, tiba2 sedih, senyum lagi. Dua duanya ga bisa tidur.

Sampai di situ. Lalu…, hm… kutinggalkan TV, mandi, beres2in rumah dll dll. Iya, kutinggalkan TV, membiarkan pikiranku melanjutkan kisah drama itu. Aku tidak ingin kecewa, kalo ternyata tayangan selanjutnya mengisahkan mereka tetap pisah. Maka kubiarkan penyelesaian drama itu, ada dalam pikiranku sendiri, ada dalam harapanku sendiri. Hehe… ;) .

Dan tentang mini pizzas yg kufoto ini, pizza bentuk hati, untuk Cintaku. Kemaren, ketika aku nengok blog Eliza,  suamiku dateng menghampiri, dan liat ke layar monitor. "Waaah, keliatannya enak sekali rotinya…", memandang dengan penuh harap. Hiya, jadi inget, dah lama ga bikin rerotian. Padahal suamiku sukaaa sekali roti. Padahal akhir2 ini, aku lebih sering bikin cake dibanding roti hehehe… :) . Foto2 roti nya Eliza emang selalu menggugah selera yg melihatnya.

Akhirnya kubuatkan pizza ini, bentuk hati, tanda cinta. Aku potong pake pancake ring bentuk hati. Tapi untuk pizza, ternyata pancake ring ini kekecilan. Topping pizza nya jadi dikit. Padahal aku udah beli daging kepiting sekotak,  udang di kulkas masih sekantong gede, aku beli jamur, jagung, tapi hanya dikit yg kepake.

Terus emang lebih lama bikin pizza bentuk hati ini. Karena harus motong2 adonan, sisanya disatukan, dipipihkan lagi pake rolling pin, wah.. jadi lama. Apalagi, jadi harus ngantri oven, soalnya ga bisa masuk semua sekaligus. Hehehehehe, tapi ga papalah. Demi cinteee…

Komentar suamiku? Sambil makan dan merem-melek dia bilang, "Huah, wow, shiawase memble!" Shiawase = bahagia. Huahahahahaha… ada2 aja… :) :) :)

O yah, aku pake tepung khusus pizza yg dijual di jepang sini. Dan aku hanya ngikutin semua petunjuk resep di bungkusnya. Hmm… ga semua sih, air aku ganti susu, biar lebih lembut, kupikir.

Pizza ga harus bunder kan? Silahkan pembaca berkreasi juga.  Untuk Cinta anda :) .






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Helga Cleve