Mini Pizza untuk Cintaku

Dua hari yg lalu, nonton TV, drama. Kisahnya, sepasang suami istri yg renggang hubungannya, dan kemudian memutuskan untuk pisah.
Suatu hari si wanita, datang ke sebuah kedai. Minum kopi. Menikmati kopinya sambil baca majalah. Kemudian, datanglah si pria, yg tidak menyadari mantan istrinya sedang berada di kedai itu. Duduk dan memesan hidangan. Ketika menunggu hidangan tiba, matanya mengitari seluruh kedai, dan di saat bersamaan, mantan istrinya juga kebetulan menengadah, memindahkan pandangan dari bacaan nya. Tertumbuklah pandangan pada si pria. Terus, sama2 kaget, terus, saling senyumlah mereka, mengangguk, canggung.
Akhirnya mereka duduk bareng, satu meja. Canggung, berkata patah2. Kemudian, datanglah pesanan suaminya, pizza. Istrinya kaget. Suaminya juga jadi berubah mimik wajahnya. Pizza.
Iya, Pizza. Mengingatkan mereka akan saat2 di mana mereka berdua bertemu. Dulu, ketika masih kuliah, mereka kerja part time di sebuah kedai pizza. Suatu hari, si wanita menjatuhkan pizza yg akan diantar ke meja pengunjung. Pria itu membantu membereskan. Datanglah Bos mereka dan menegur, si pria yg dimarahin. Si pria tapi tetep cengengesan aja, hehe.. . Sejak itu, mereka akrab, sampai mereka kerja.. dan si pria kemudian melamar si wanita, dan diterima saat itu juga. Sampai si pria jingkrak2, lari ke bukit kecil di dekat mereka, dan jatuh terguling2, tapi ga papa. Singkat cerita, akhirnya mereka menikah…

Kembali ke adegan sekarang… setelah pizza dateng itu. Mereka jadi ga canggung lagi. Kembali akrab. Becanda-canda, sambil makan. Terus pulang. Ke rumah masing2
, tapi dunia menjadi beda
, menjadi indah kembali
. Keesokan harinya, diperlihatkan bagaimana mereka kerja di kantor masing2 dengan semangat lagi. Malamnya ketika si wanita pulang ke rumah dari kerja, dia mendapati rumahnya berantakan seperti habis dirampok. Si wanita menelpon polisi, dan menelpon… mantan suaminya. Si Pria dateng tergesa, lari. Ketika ditemui si wanita, dia keliatan lega, "Kamu ga papa? Kamu ga papa?"
Malam itu, si pria tidur di rumah si wanita, yg adalah rumah mereka dulu. Si pria tidur di sofa di ruang depan. Si wanita di kamar. Hehe. Diperlihatkan, bagaimana mereka melamun. Senyum senyum sendiri, tiba2 sedih, senyum lagi. Dua duanya ga bisa tidur.
Sampai di situ. Lalu…, hm… kutinggalkan TV, mandi, beres2in rumah dll dll. Iya, kutinggalkan TV, membiarkan pikiranku melanjutkan kisah drama itu. Aku tidak ingin kecewa, kalo ternyata tayangan selanjutnya mengisahkan mereka tetap pisah. Maka kubiarkan penyelesaian drama itu, ada dalam pikiranku sendiri, ada dalam harapanku sendiri. Hehe…
.

Dan tentang mini pizzas yg kufoto ini, pizza bentuk hati, untuk Cintaku. Kemaren, ketika aku nengok blog Eliza, suamiku dateng menghampiri, dan liat ke layar monitor. "Waaah, keliatannya enak sekali rotinya…", memandang dengan penuh harap. Hiya, jadi inget, dah lama ga bikin rerotian. Padahal suamiku sukaaa sekali roti. Padahal akhir2 ini, aku lebih sering bikin cake dibanding roti hehehe…
. Foto2 roti nya Eliza emang selalu menggugah selera yg melihatnya.
Akhirnya kubuatkan pizza ini, bentuk hati, tanda cinta. Aku potong pake pancake ring bentuk hati. Tapi untuk pizza, ternyata pancake ring ini kekecilan. Topping pizza nya jadi dikit. Padahal aku udah beli daging kepiting sekotak, udang di kulkas masih sekantong gede, aku beli jamur, jagung, tapi hanya dikit yg kepake.
Terus emang lebih lama bikin pizza bentuk hati ini. Karena harus motong2 adonan, sisanya disatukan, dipipihkan lagi pake rolling pin, wah.. jadi lama. Apalagi, jadi harus ngantri oven, soalnya ga bisa masuk semua sekaligus. Hehehehehe, tapi ga papalah. Demi cinteee…
Komentar suamiku? Sambil makan dan merem-melek dia bilang, "Huah, wow, shiawase memble!" Shiawase = bahagia. Huahahahahaha… ada2 aja…
O yah, aku pake tepung khusus pizza yg dijual di jepang sini. Dan aku hanya ngikutin semua petunjuk resep di bungkusnya. Hmm… ga semua sih, air aku ganti susu, biar lebih lembut, kupikir.
Pizza ga harus bunder kan? Silahkan pembaca berkreasi juga. Untuk Cinta anda
.

<-->

That is so sweet..
Thank’s a lot Riana…
. I hope I’ll have a chance to try your pumpkin pie recipe. Sst… for my pumpkin
Comment by Riana — October 15, 2006 @ 3:20 pm
awwwww…manis! Cintaku is my favorite Indonesian word. It sounds exactly what it means..lovely photos as usual!
Thank’s a lot Mita. I’m flattered. Heey, you have learnt many Indonesian words
. I wonder how you learnt them.
Comment by Mita — October 15, 2006 @ 7:03 pm
Rit…aku sampe terharu bacanya!
abis aku bikin roti bisa sampe bikin pasangan lain menjadi tambah bahagia! gimana tuh, berarti perut itu isi hati juga ya?
Hehehehe… hiya ituh blogmu mengingatkan daku, dah lama ga bikin roti untuk si dia
. Tengkyu yah. Emang memasak itu berbagi kebahagiaan ya, Liz..
. Buat yg memasak dan yg dimasakin, buat yg di share ceritanya… dst dst…
Comment by eliza — October 16, 2006 @ 7:21 am
nice blog, and making me wanna eat all those stuff….guileeee da ngiler2 ne liat nya
Makasih, mas Ari..
. Silahkan berkunjung lagi di lain waktu ya…
Comment by Ari — October 19, 2006 @ 12:31 am
wuaaah jadi terharu. hayo bude tanggung jawab, masak aye nangis di lab gara2 baca cerita ini (hiiks).
berharap suat saat bisa merasa yang bude rasa (^-~)
Uhuuu… Jeng Ayu… jangan nangis dongggg… iiii… bude doain, bude doain, pokoke didoain.
Comment by Jeng Ayu — October 25, 2006 @ 6:28 am
apa bedanya roti ma cake?
Wah, pertanyaan yang gampang susah. Gampang karena aku bisa bedain, tapi susah untuk mendeskripsikan. Hehe… Hmmm, nanti dicari di wikipedia dulu ya, deskripsi nya
Comment by Jeng Ayu nan lugu — October 26, 2006 @ 1:40 am
bisa minta resepnya Mini Pizza untuk Cintaku ?
Salam kenal mbak Jule, saya pake tepung yang memang sudah di-khusus-kan buat pizza dan dibungkusnya udah ada petunjuk: tinggal tambah air dan telur
. Hmmm… resep pizza asli dari itali saya juga ga punya sih, soalnya selalu buat pake tepung pizza aja. Maaf ga bisa membantu
Comment by jule — August 13, 2007 @ 3:01 am